Seperti kita ketahui, bahwa dalam pentransmisian sinyal informasi dari satu tempat ketempat lain dapat dilakukan melalui beberapa media, baik media fisik, yang berupa kabel/kawat(wire) maupun media non-fisik (bukan kabel/kawat), yang lebih dikenal denganw ireless, sepertihalnya udara bebas.
Dengan beberapa pertimbangan teknis dan terutama ekonomis, untuk komunikasipentransmisian gelombang dalam jarak yang jauh, akan lebih efisien apabila menggunakan udarabebas sebagai media transmisinya. Hal ini memungkinkan karena gelombang radio atau RF(radio frequency) akan diradiasikan oleh antenna sebagai matching device antara sistempemancar dan udara bebas dalam bentuk radiasi gelombang elektromagnetik. Gelombang inimerambat atau berpropagasi melalui udara dari antenna pemancar ke antenna penerima yangjaraknya bisa mencapai beberapa kilometer, bahkan ratusan sampai ribuan kilometer.
Pada Bab ini akan dikhususkan membahas tentang beberapa mekanisme gelombangelektromagnetik berpropagasi antara dua tempat. Pada gambar diperlihatkan beberapa jenislintasan propagasi yang merupakan mekanisme perambatan gelombang radio di udara bebas
Yang dimaksud dengan signalling adalah pertukaran informasi antar-elemen dalam jaringan yang direalisasikan dalam bentuk kode-kode standar yang telah disepakati, tujuannya untuk membangun/ membentuk hubungan komunikasi, pengaturan, dan pembubaran.
Klasifikasi signalling berdasarkan pemakaian kanal:
Common Associated Signalling (CAS) ⇒ pensinyalan kanal yang bersesuaian; yakni tiap kanal voice memiliki 1 kanal signalling yang terasosiasi menggunakan kanal fisik yang sama, tetapi secara timing atau logika terpisah. Contoh: hubungan komunikasi pada telepon tetap
Common Channel Signalling (CCS) ⇒ pensinyalan kanal bersama; yakni sejumlah kanal signalling digunakan oleh banyak kanal voice secara bersama (common-channel), namun secara fisik berbeda/terpisah. Contohnya: hubungan komunikasi pada telepon bergerak.
Klasifikasi signalling berdasarkan fungsi kerja-nya:
Line-signalling: pensinyalan yang berfungsi sebagai pengaturan, yakni: memonitor kondisi/status kanal apakah sibuk atau bebas; dan mengontrol line/saluran.
Register-signalling: pensinyalan yang berfungsi membawa informasi tentang: nomor telepon tujuan dan asal/sumber, kelas/kategori panggilan (lokal/interlokal/internasional), kondisi bebas/sibuk subscriber yang dipanggil.
Klasifikasi signalling berdasarkan metode penyaluran:
Link-by-link ⇒ pengiriman sinyal informasi (satu-per-satu, yakni sequensial) secara utuh (penuh) dilakukan secara estafet (bersambungan) melalui sentral transit.
End-to-end ⇒ pengiriman sinyal informasi dilakukan melalui dua tahap (sinyal dikirimkan tidak sepenuhnya, melainkan separuhnya terlebih dahulu); tahap-1, sebagian informasi (menyangkut routing) dikirimkan ke sentral transit; tahap-2, setelah sentral asal dan sentral tujuan terhubung, maka informasi yang sebagian lagi (lengkap) lalu dikirimkan sepenuhnya ke tujuan.
Endblock ⇒ sama seperti Link-by-link, namun yang membedakannya dalam hal penggunaan istilah. Endblock digunakan untuk CCS, sedangkan istilah Link-by-link digunakan untuk CAS.
Overlap ⇒ pensinyalan kombinasi antara Link-by-link dan End-to-end; yakni sebagian sinyal informasi (secara serentak) dikirimkan terlebih dahulu ke sentral transit, setelah terhubung antara sentral asal ke sentral tujuan, barulah sinyal informasi yang lengkap dikirimkan.
Pada proses signalling terdapat fase dialing, yaitu menekan nomor tujuan. Terdapat dua metode dialing, yaitu Decadic-pulse (sistem tombol tekan, yakni setiap tombol direpresentasikan dalam masing-masing frekuensi identik), dan DTMF (Dual Tone Multiple Frequency, yakni sinyal tersusun dari kombinasi dua kelompok frekuensi berbeda; lebih tinggi atau lebih rendah). Saat ini, DTMF digunakan untuk perangkat telepon (tetap maupun bergerak).
Saat ini terdapat beberapa protocol WAN untuk menyediakan mekanisme komunikasi pengiraman data melalui jaringan WAN atau jaringan Public.
* Protocol HDLC ( High Level Data Link Control), merupakan suatu protocol WAN yang bekerja pada data link layer dimana HDLC protocol untuk menetapkan metode enkapsulasi packet data pada synchronous Serial.HDLC keluaran ISO memiliki kelemahan yakni masih bersifat Singelprotocol yang berarti hanya untuk komunokasi pada satu protocol, sedangkan untuk HDLC keluaran CISCO multiprotocol dimana dapat melakukan komunikasi data dengan banyak protocol ( misal IP, IPX dsb) dan protocol yang terdapat pada layer tiga secara simultan.
* Point to Point ( PPP ) protocol pada data link yang dapat digunakan untuk komunikasi Asynchronous Serial maupun Synchronous Serial. PPP dapat melakukan authentikasi dan bersifat multiprotocol. Protocol ini merupakan pengembangan dari protocol SLIP ( Serial Line Inteface Protocol ) yaitu suatu protocol standart yang menggunakan protocol TCP/IP.
* X.25 Protocol merupakan protocol standard yang mendefinisikan hubungan antara sebuah terminal dengan jaringan Packet Switching. Untuk protocol ini dibuat untuk komunikasi data secara analog yang berarti proses pengiriman data harus mengikuti algoritma – algoritma yang ada pada Protocol X.25. Protocol ini melakukan suatu koneksi dengan membuat suatu Circuit Virtual dimana suatu jalur khusus pada jaringan public yang dipakai untuk komunikasi data antar protocol X.25 kelemahan x.25 adalah: Connection orientedUntuk komunikasi berbasis paket dengan bitrate rendah, connection oriented kurang efisien dikarenakan waktu tersita untuk melakukan pembangunan hubungan padahal hanya dipakai sebentar saja. Pengaturandatalink yang sangat ketat kurang mendukung aplikasi realtime. Sangat banyak variasi X.25 setiap vendor komunikasi membuat versi custom masing-masing Bitrate tetap, padahal aplikasi data sekarang banyak yang bursty penggunaan kanal kurang efisien
* Frame Relay protocol untuk pengiriiman data pada jaringan public. Sama hal nya dengan protocol x.25, Frame Relay juga memakai Circuit Virtual sebagai jalur komunikasi data khusus akan tetapi frame Relay masih lebih baik dari X.25 dengan berbagai kelengkapan yang ada pada Protocol Frame Relay. Encapsulasi packet pada Frame Relay menggunakan identitas koneksi yang disebut sebagai DLCI ( Data Link Connection Identifier ) yang mana pembuatan jalur Virtual Circuit akan ditandai dengan DLCI untuk koneksi antara komputer pelanggan dengan Switch atau router sebagai node Frame relay.
* ISDN ( Integrated Services Digital Network ) suatu layanan digital yang berjalan melalui jaringan telepon.ISDN juga protocol komunikasi data yang dapat membawa packet data baik dalam bentuk text, gambar, suara, video secara simultan.Protocol ISDN beroperasi pada bagian physical, data link, dan network.
Wide area network (WAN) digunakan untuk saling menghubungkan jaringan-jaringan yang secara fisik tidak saling berdekatan terpisah antar kota, propinsi, atau bahkan terpisahkan benua melewati batas wilayah negara satu sama lain. Koneksi antar remote jaringan ini umumnya dengan kecepatan yang sangat jauh lebih lambat dari koneksi jaringan local lewat kabel jaringan. Saat ini banyak tersedia Teknologi WAN yang disediakan oleh banyak operator penyedia layanan (ISP).
Menurut definisinya Teknologi WAN digunakan untuk:
* Mengoperasikan jaringan area dengan batas geography yang sangat luas * Memungkinkan akses melalui interface serial yang beroperasi pada kecepatan yang rendah. * Memberikan koneksi full-time (selalu ON) atau part-time (dial-on-demand) * Menghubungkan perangkat2 yang terpisah melewati area global yang luas.
Teknologi WAN mendefinisikan koneksi perangkat2 yang terpisah oleh area yang luas menggunakan media transmisi, perangkat, dan protocol yang berbeda. Data transfer rate pada komunikasi WAN umumnya jauh lebih lambat dibanding kecepatan jaringan local LAN.
Teknologi WAN menghubungkan perangkat2 WAN yang termasuk didalamnya adalah:
1. Router, menawarkan beberapa layanan interkoneksi jaringan-jaringan dan port-port interface WAN 2. Switch, memberikan koneksi kepada bandwidth WAN untuk komunikasi data, voice, dan juga video. 3. Modem, yang memberikan layanan interface voice, termasuk channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang memberikan interface layanan T1/E1; Terminal Adapters/Network Termination 1 (TA/NT1) yang menginterface layanan Integrated Services Digital Network (ISDN). 4. System komunikasi dalam teknologi WAN menggunakan pendekatan model layer OSI untuk encapsulation frame seperti halnya LAN akan tetapi lebih difocuskan pada layer Physical dan Data link.
Pendahuluan Teknologi WAN
Protocol WAN pada layer Physical menjelaskan bagaimana memberikan koneksi electric, mekanik, operasional, dan fungsional dari layanan jaringan WAN. Layanan2 ini kebanyakan didapatkan dari para penyedia layanan seperti Telkom, Lintas Artha, Indosat.
Data Link Layer WAN
Protocol WAN pada layer Data Link menjelaskan bagaimana frame dibawah antar system melalui jalur tunggal. Protocol2 ini didesign untuk beroperasi melalui koneksi dedicated Point-to-Point, multi-point, dan juga layanan akses multi-Switched seperti Frame relay. WAN juga mendefenisikan standards WAN yang umumnya menjelaskan metoda2 pengiriman layer physical dan juga kebutuhan2 layer Data Link meliputi addressing dan encapsulation flow control.
Layer Physical WAN
Layer Physical WAN menjelaskan interface antar data terminal equipment (DTE) dan data circuit-terminating equipment (DCE). Umumnya DCE adalah penyedia layanan (ISP) dan DTE adalah perangkat terhubung. Dalam model ini, layanan2 yang ditawarkan kepada DTE disediakan melalui sebuah modem atau layanan channel service unit/data service unit (CSU/DSU).
Beberapa standard layer Physical menspesifikasikan interface berikut ini:
Firewall Firewall adalah sebuah system atau grup system yang menjalankan control akses keamanan diantara jaringan internal yang aman dan jaringan yang untrusted seperti internet firewall didesain untuk mengizinkan trusted data-data yang dipercaya lewat, menolak layanan yang mudah dating mencegah jaringan internal dari serangan luar yang bias menembus firewall sepeti waktu.
• Cara kerja firewall Firewall mengamankan computer atau jaringan computer internal kita dengan berbagi cara, diantaranya: Menutup trafuc yang dating (incoming network traffic) berdasarkan sumber atau tujuan dari traffic tersebut. Memblock incoming network traffic yang tidak diinginkan adalah fitur yang paling umum disediakan firewall. Menutup traffic yang keluar (outgoing network traffic) berdasarkan sumber atau tujuan dari traffic tersebut. Firewall juga bias menyaring traffic yang berasal dari jaringan internal ke internet. Misalnya ketika kita ingin mencegah user dari mengakses situs-situs porno. Menutup traffic berdasarkan contennya, firewall yang lebih canggih adalah dapat memonitor tarfic dari konten-konten yang tidak diinginkan, misalnya firewall yang didalamnya terintegrasi antivirus. Ia dapat mencegah file yang terinveksi virus masuk ke computer atau jaringan computer internal yang kita miliki. Melaporkan traffic di jaringan dan kegiatan firewall, ketika memonitor traffic jaringan dari dank e internet, yang juga penting adalah memgetahui pap yang dikerjakan oleh firewall, siapa yang mencoba membobol jaringan internal dan siapa yang mencoba mengakses informasi yang tidak layak dari internet.
• Fungsi firewall - Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan - Melakukan autentikasi terhadap akses - Melindungi sumber daya dalam jaringan privat - Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator.
• Jenis-jenis firewall - Personal firewall Adalah firewall yang di desain untuk local host - Network firewall Adalah firewall yang di desain untuk network lain, baik local host maupun jaringan lain.
- Tameng keamanan di Belantara Internet...Majalah chip edisi juni-juli 2001 - Aman berinternet...Majalah komputer aktif edisi 14 januari 2004 - PC aman tanpa biaya...MAjalah chip edisi oktober 2003
Teknik proxy adalah teknik yang digunakan sebagai perangkat aplikasi berbasis web yang berfungsi untuk menghemat bandwich, meningkatkan keamanan, mempercepat web surfing. Istilah Proxy sendiri banyak dikenal / digunakan terutama di dunia / kalangan diplomatik. Secara sederhana proxy adalah seseorang / lembaga yang bertindak sebagai perantara atau atas nama dari orang lain / lembaga / negara lain. Teknik ini dikenal dengan beberapa nama yang ada di pasaran, misalnya: • Internet Connection Sharing (ICS) – istilah ini digunakan oleh Microsoft pada Windows-nya. • Proxy Server – ini biasanya berupa software tambahan yang dipasang di komputer yang bertindak sebagai perantara. • Internet Sharing Server (ISS) – biasanya berupa hardware berdiri sendiri lengkap dengan modem, hub dan software proxy di dalamnya. • Network Address Translation (NAT) – istilah lain yang digunakan untuk software proxy server. • IP Masquerade – teknik yang digunakan di software NAT / Proxy server untuk melakukan proses proxy. Mengapa teknik proxy menjadi penting untuk share akses Internet dari sebuah LAN secara bersama-sama? Sebagai gambaran umum, dalam sebuah jaringan komputer – termasuk Internet, semua komponen jaringan di identifikasi dengan sebuah nomor (di Internet dikenal sebagai alamat Internet Protokol, alamat IP, IP address). Mengapa digunakan nomor? Karena penggunaan nomor IP akan memudahkan proses route & penyampaian data – dibandingkan kalau menggunakan nama yang tidak ada aturannya. Kira-kira secara konsep mirip dengan pola yang dipakai di nomor telepon. Nah sialnya, (1) nomor IP ini jumlah-nya terbatas dan (2) seringkali kita tidak menginginkan orang untuk mengetahui dari komputer mana / jaringan mana kita mengakses Internet agar tidak terbuka untuk serangan para cracker dari jaringan Internet yang sifatnya publik. Berdasarkan dua (2) alasan utama di atas, maka dikembangkan konsep private network, jaringan private atau kemudian dikenal dengan IntraNet (sebagai lawan dari Internet). Jaringan IntraNet ini yang kemudian menjadi basis bagi jaringan di kompleks perkantoran, pabrik, kampus, Warung Internet (WARNET) dsb. Secara teknologi tidak ada bedanya antara IntraNet & Internet, beda yang significant adalah alamat IP yang digunakan. Dalam kesepakatan Internet, sebuah Intanet (jaringan private) dapat menggunakan alamat IP dalam daerah 192.168.x.x atau 10.x.x.x. IP 192.168 & 10 sama sekali tidak digunakan oleh Internet karena memang dialokasikan untuk keperluan IntraNet saja.
Proses pengkaitan ke dua jenis jaringan yang berbeda ini dilakukan secara sederhana melalui sebuah komputer atau alat yang menjalankan software proxy di atas. Jadi pada komputer yang berfungsi sebagai perantara ini, selalu akan mempunyai dua (2) interface (antar muka), biasanya satu berupa modem untuk menyambung ke jaringan Internet, dan sebuah Ethernet card untuk menyambung ke jaringan IntraNet yang sifarnya private.